The Last Journey: Ma’aloulla

Detik-detik akhir telah berada di raut muka ini buat mengucapkan selamat tinggal kepada kota tercinta Damascus. Damascus yang berisi ribuan ratusan bahkan jutaan gudang ilmu pengetahuan nyatanya belum cukup Gw gali. Pun setelah kapasitas otak Gw yang terang aja gak mampu buat ngrekam segala nada-nada pengalaman yang sebenarnya ingin Gw lahap semuanya tentang Damascus. Oh Damascus… Hemm… :D

Berhubung Gw mo cao dari Damascus, sengaja Gw pergi-pergi ke tempat-tempat antik yang ada di luar kota. Adalah Ma’loulla sebagai The Last Journey pertama Gw. Gw ke kota itu bareng sobat Gw, mbah Bisri ama Avlenx. Sebenarnya seh dari Damaskus ke Ma’loulla cuma sekitar tiga perempat jam doank. Cuma kita bertiga pada lupa (ato gak tau kali yee…) bus yang buat ngangkut ke sono. Soalnya akhir-akhir ini banyak jalur bus yang berubah. Dan buat nyari terminalnya aja kita baru dapet setelah satu jam kesasar. Wakakaka… Padahal udah kapan taun di sini masih ada aja kejadian kayak getu. Di tambah lagi summer dengan terik matahari yang terus menggerogoti tubuh Gw. Wah lengkap banged deh keapesan Gw cuma buat ke ziarah kota itu. Tapi, untungnya semuanya ntu terobati setelah kita tiba di sana. Ngapain Gw ke sono sampe susah-susah getu? Trus ada apa di Ma’loulla? Well, Gw bakal critain ada apa di balik kota yang bernama Ma’loulla ntu… *Story teller mode on… :)

Ma’loulla tuh yah berasal dari bahasa Aram (Aramic) yang artinya “pintu masuk”. Letaknya di gunung Qalamun kurang lebih 60 km utara kota Damascus. Dan 1700 m di atas permukaan air laut. Termasuk salah satu tempat pariwisata negara Syria dengan berbagai peninggalan gereja tua, sedangkan rumah-rumah antik di antara lereng-lereng gunung menjadikan Ma’loulla bagaikan museum hidup yang langka dalam perjalanan kehidupan manusia kuno. Bahkan konon ratusan sejarahwan menulis bahwa kota kecil ini dengan gua-guanya merupakan saksi bisu silih bergantinya peradaban mulai dari manusia gua, Amorit, Aram, Yunani, Romawi, dan budaya barat… *Nah lhoo buka buku sejarahnya hayooo…

Pada awal masa kekristenan Ma’loulla di jadikan sebagai pusat keuskupan pada abad ke 4 Masehi sampai abad ke-19 M sebelum keuskupan Ma’loulla digabung dengan keuskupan Damaskus. Yang paling muantab lagi tuh yah penduduknya masih nggunain bahasa Aram, bahasa yang dipakai nabi Isa a.s. semasa hidupnya. Iya bener ampe sekarang masih nggunain tuh para penduduknya. Klo gak percaya buat bukti dateng aja ke sini hua hua… Gw juga beli kamus mini bahasa Aram-Inggris dan Inggris-Aram buat belajar tapi walah puyeengzz gak bisa nyambung-nyambung Gw. Trus di Ma’loulla ada apa aja sih Bai? Gereja-gereja tua yah? Yup bener banged dirimuww.

Gereja St. Takla
Sejarah berbicara bahwa di tempat ini bagaimana Tuhan dalam meloloskan hambanya (pengikut nabi Isa a.s.) yang lari dari kejaran bala tentara Romawi atas permintaan ayahnya sendiri (penyembah berhala) karena tidak suka atas iman baru anaknya. St. Takla lahir di keluarga terpandang di Iconium (di Turki, sekarang bernama Konya). Ia tertarik oleh ajaran rasul Paulus. Tapi orang tuanya ndak setuju dan minta bantuan Gubernur Romawi untuk membunuhnya. Setelah melalui perjalanan panjang sehingga ia terperangkap di dinding batu yang menjulang tinggi menghadangnya (gunung Qalamun). *Tuh picnya Gw dengan background gunung Qalamun… Sampai di situ St. Takla berdoa memohon kepada Tuhan untuk memberikan perlindungan dari kejaran tentara ayahnya. Tuhan pun mengabulkan dengan membelah bukit Qalamun menjadi jalan setapak. Tanpa membuang waktu dia segara berjalan menyusuri jalan di antara tebing-tebing batu yang menjulang tinggi itu. Dengan terus meneteskan air mata yang hingga sekarang dijadikan tempat tinggal sampai akhir hayatnya, dan dia pun dimakamkan di gua tersebut. Selama hidupnya St. Takla juga dikenal menyembuhkan orang sakit sehingga disebut Ma’loul (ibu dari orang sakit). Dan jalan setapak yang di apit dua bukit itu diberi nama lorong St. Takla (Gap of St. Takla). Di dekat makamnya, Gereja Katolik Ortodoks Yunani mendirikan sebuah gereja dengan nama gereja St. Takla… *Picnya ada juga tuh…

Gereja Mar Sarkis
Wah… Iya di nih gereja (di dalemnya) Gw gak boleh ambil picnya wadawww siwalan tuh penjaganya. Padahal Gw bilang, ‘’afwan rubama uridhu an a’khudu sourah bas li…” (Mbak boleh ngambil picnya gak neh buat kenang-kenangan getu deh?). “La mamnu’u sourah bil kamera, syoufu hadzo al-kalimat antabihu fil jiddar…” (Nggak boleh kamera, lihat kalimat attention di tembok itu). Hemm ya wislah whateverlah meski Gw udah meksa-meksa tapi tetep aja sama si mbaknya ngelarang. So, cikal-bakal nih gereja (nyang dibangun dari tahun 313 M sampai 325 M) adalah bahwa ketika penduduk Ma’loulla berbangga atas keputusan Milano tahun 313 Masehi yang membolehkan Kaisar Constantine bebas memeluk agama. Semua penduduk yang semula beribadah di gua-gua menjadi sangat senang dan bangkit untuk bisa mengalahkan orang-orang penyembah berhala dan merobohkan tempat dan patung-patung mereka untuk dijadikan gereja. Dan gereja Mar Sarkis ini termasuk salah satunya. Di daerah perbukitan menuju gereja Mar Sarkis ini kita dapat melihat bekas-bekas rumah gua yang digali dari bukit berbatu. Gua-gua ini sampe sekarang ada yang masih dipake oleh penduduk setempat buat tempat tinggal di lain sisi juga ada yang di jadiin obyek wisata. Mais malheuresement, sebuah hotel di puncak gunung Qalamun menandakan bahwa tempat ini sudah nggak virgin (baca; alami) lagi. *Huh… Emang dasar tuh hotel… :(

Hihihi… Gw posting kebanyakan yahh maaph maaph yahh… Ini baru segini yang pengen Gw critain sebenere masih banyak banged. Gitu juga dengan pic-picnya yang sebenarnya masih buaanyak. Cuma ntar Loe-Loe pade bosen lagie baca postingan Gw yang bertubi-tubi ini… Siippp… InsyaAllah besok Gw mo ngelanjutin The Last Journey-nya ke Palmyra… Walah apa lagi tuh Palmyra? Apakah temen-temen mo di critain juga? Wakaka… Blagu banged Gw gaya thok jadi Tukcer murahan….

Note: Sori klo comment systemnya nih blog error… Gw lom ngotak-atik lagie basic software khususnya bagian komen. Tapi sante aja temen-temen gak usah repot tetep komen juga gak papa yang penting Gw bisa liat kok komennya temen-temen via e-mail. Thx buat yang udah komen di previousnya post Gw ntu. Atauwww komennya temen-temen juga bisa di salurkan lewat Crier du Boite alias ‘Shout Box’ sebelah kanan ini. Pokoknya kita fleksibel aja deww yahh hehehe……